Rabu, 05 Februari 2020

Cara membasmi lalat buah dengan membuat Perangkap Lalat Buah.

hay hay,

kembali lagi berbabagi apa yang bisa kami terapkan untuk para petani, dan khususnya petani muda atau petani milenial yang sedang menggeluti bisnis hortikultura, ada banyak kendala yang sering datang saat ini yang sedang melakukan aktivitas merawat tanaman pada fase generatif. atau pada saat berbuah, yah tentu saja apalagi sedang musim hujan. dimana para pengganggu tanaman atau OPT (organisme pengganggu tanaman) seperti hama lalat buah seringkali menghancurkan beberapa tanman yang sudah hampir panen, penggunaan insektisida juga kayaknya tidak efektif jika buah yang sudah hampir panen harus terkena semprotan kimia. maka dari itu kami selalu melakukan atau mencari solusi agar para petani kita tidak menggunakan insektisida berlebih pada fase generatif.

udah siap belum ?


kalau gitu ayo, scrool kebawah.






1






2







3









ok. siap?
kayak nya sudah pada emosi ni... hehehheehhe



alat yang akan kita buat yaitu perangkap lalat buah, atau bahasa asengnya : Petrogenol Trap.
keren kan. ahhahaha


seperti ini yah alatnya.. cukup sederhana namun jangan salah, sangat efektif, dan efisien..

pertama siapkan bahan dan alatnya:
1. botol ukuran 1.5 liter (botol aqua)
2. cutter (pisau pemotong)
3. gunting
4. lakban
5. kapas
6. botol semprot
7. minyak goreng
8. petrogenol

nah beberapa alat dan bahan lainnya bisa ditambahkan sesuai selera seperti di warnai atau apalah, tergantung yang buat. hehehe


ouh iya tamabahan tali, yah fungsinya buat menggantung dekat buah atau sayuran buah. bukan untuk menggantung harapan yah, hheheh
kalau kepake untuk mengikat janji suci yah bolehlah heheehheπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€


setelah bahan alat tersedia, hal yang perlu dilakuin adalah niat.. hhmmm agar apa yang dikerjakan sejalan dengan yang diharapkan..

langkah-langkahnya sebagai berikut:
botol yang sudah bersih kita potong bagian atas botol sekitar 5-7cm.



setelah dipotong lap bagian dalam botol agar air dan bagian dalam botol bersih dan kering. kemudian semprotkan atau lumuri minyak goreng pada bagian dalam botol. supaya minyak dapat menempel pada bagian dalam botol nantinya lalat buah yang terperangkap tersebut melengket bagian minyak.
pemberian minyak sudah, langkah selanjutnya iyalah masukkan kapas kedalam botol yang sudah diberi cairan petrogenol. 
kapas dan petrogenol


kemudian tutup dengan cara bagian potongan dibalik, seperti gambar di atas, jangan lupa lepas tutup botol sebelum direkatkan antara bagian potongan kepala dan dan badan botol (fungsinya agar lalat buah melewati bagian tersebut). lanjut lakban agar tidak mudah lepas,. 

seperti ini,, gampangkan buatnya..



kalian bisa dapatkan petrogenol dengan harga Rp. 7.000, tersedia ditoko tani.
selamat mencoba yah, pokoknya buah anda dijamin tidak terserang lalat buah jika anda masang banyak, dan tetap diperbaharui pemberian cairan petrogenolnya..


semoga bermanfaat yah.

#sukses terus para petani muda
#petani sukses
#petani milenial
#jayalah indonesiaku



























Senin, 03 Februari 2020

POC (Pupuk Organik Cair) dari bahan-bahan alami disekitar anda


POC (Pupuk Organik Cair)

Pupuk Organic Cair merupakan, nutrisi yang dihasilkan dari bahan-bahan organik yang mudah dijankau oleh semua kalangan, mengapa demikian karena bahan-bahan tersebut berasal dari limbah-limbah disekitar kita seperti buangan rumah tangga, pasar, dan buangan dari para petani yang tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Ada banyak jenis atau bahan yang dapat dibuat menjadi poc seperti penggunaan buah busuk contohnya pisang yang mengandung kalium, pepaya yang mengandung fosfor serta beberapa jenis tanaman lainnya seperti rebung, dan akar bambu. selain itu penggunaan air leri, air kelapa juga diperuntukkan  sebagai makanan dari mikroba.

Nah, tat kalah pentingnya tambahkan molase atau EM4 sebagai sumber mikroba, meski sebagian besar mikroba sudah di hasilkan dari buah-buah yang busuk, namun jenis mikroba nya belum jelas. entah mikroba pengurai apa yang terkandung bias saja bersifat pathogen. Dengan adanya EM4 maka mempermudah prose penguraian bahan- bahan menjadi lebih sederhana lebih cepat, akan tetapi diperlukan pula gula atau tetes tebuh sebagai makanan spontan bagi sih mikroba. tau kan kalau ada beberapa mikroba membela sel menjadi 2 setiap 10-15 menit, tergantung kesedian makanan sih sebenanrnya.

nih gan, ada beberapa langkah yang dilakukan oleh kawan-kawan kita dari ATPH SMKN 4 GOWA dalam pembuatan POC. Yang pertama siapkan bahan dan alat dulu yah, namun jangan lupa sebelum melakukan praktikum di perlukan baju praktikum dan kesiapan melakukan praktikum dimana para siswa di anjurkan mempelajari terlebih dahulu materi tentang POC, agar mereka paham apa yang akan di praktekkan.
ok langsung saja gaesss, kita mulai dari persiapan bahan dan alat seperti berikut :

Bahan
Jumlah
Alat
Jumlah
Pepaya
3 kg
Wadah ember
1 buah
Pisang
3 kg
Wadah baskom
2 buah
Rebung
½ kg
Pisau
2 buah
Akar bambu
1 kg
Plastic
1 lembar ukuran 1x1 m
Air kelapa
3 liter
Karet pengikat
Disesuaikan
Air leri
3 liter
Botol plastic
4 buah
gula
½ liter
Timbangan
1 buah
EM4
½ liter
Batang pengaduk
1 buah
air
secukupnya
label
Disesuaikan

setelah bahan dan alat tersedia, tahap selanjutnya adalah proses pembuatan POC,
apakah kalian sudah siap??

kalau sudah jangan lupa berdoa dulu yah,

ok kalau begitu kayaknya anda sudah tidak sabar lagi…

Perlu anda ketahui dalam proses pembuatan POC itu dapat dicampurkan sekaligus, namun alangkah baiknya kalau ada rententan yang harus dilalui.

Pertama, buah pepayah terlebih dahulu dihancurkan, dihaluskan boleh menggunakan pisau, diparut, boleh juga diremas-remas.. wah jangan sampai pikirannya aneh- aneh yah. 

Ini gan contohnya diremas,

kemudian timbang pepaya yang sudah halus itu sebanyak 3 kg,


lalu masukkan kedalam wadah ember, nah tahap selanjutnya pun sama yaitu buah pisang dilakukan proses peremasan dan ditimbang, Setelah kedua bahan tersebut masuk kedalam ember, lalu masukkan air leri sebnyak 3 liter dan air kelapa 3 liter. 


kira-kira apanih gan yang belum dimasukin??


yupss, rebung diiris tipis dan akar bambu beserta tanahnya dicampurkan kedalam wadah



lalu tambahkan em4 yang sudah di kocorkan terlebih dahulu, kemudian jangan lupa gulanya sebagai makanan spontan buat mikroba.


Setelah bahan tercampur semua tamabahkan air hingga batas seujung telunjuk dari bibir ember atau kira-kira 7 cm. Tutup ember menggunakan plastic dan ikat menggunkan karet pengikat hingga tidak ada udara yang masuk, agar proses fermentasi berjalan lancar (fermentasi anaerob). jangan lupa sebelum ditutup perlu diaduk biar tercampur rata.


 Ok, gaess selamat mencoba. Nah agan-agan boleh tambahkan bahan lainnya yang pastinya bahan yang akan digunakan memiliki sumbangsi dalam proses pembuatan pupuk organic cair, dan memiliki nutrisi yang dibutuhkan atau sesuai yang diharapkan contohnya NPK.

Agan- agan juga boleh tambahnkan kecambah ( tauge) sebagai sumber N. Dimana tauge mengandung protein tinggi jika dipecah atau disederhanakan dapat menghasilkan N. Ada beberapa juga yg perlu diperhatikan yaitu dalam proses fermentasi POC ini menghasilkan gas. Nah perlu dilakukan pengadukan pada waktu hari ke -1, 3, 7, dan 14. Diperkirakan POC ini dapat dipergunakan setelah melalui fermentasi selama 2- 3 minggu. Nah bias juga ditandai dengan adanya bauh asam- asam  seperti tape.

Ok sampai disini dulu yah. Semoga dengan memanfaatkan bahan –bahan yang terdapat disekitar kita dari pada terbuang langsung ke tempat sampah mending kita olah dan meningkatkan daya belinya.
kami segenap crew ATPH SMKN 4 GOWA, mengucapkan banyak terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Jangan lupa share yah bos.

Contoh laporan praktek kerja industri/ prakerin/psg/pkl di balai sertifikasi maros

  PENDAHULUAN Latar Belakang           Undang-undang sistem pendidikan naional nomor 20 tahun 2003 pasal 3 menjelaskan bahwa pendidikan nasi...